Workshop

 On Kamis, 27 November 2008  


Bulan Nopember atau Desember adalah bulan-bulan yang disibukan bagi corporate untuk membuat workshop dengan agenda biasanya membahas target yang akan dicapai dan bagaimana cara mencapainya, demikian sederhananya.
Tapi bagi para profesional, hal ini disiapkan dengan sangat serius karena menyangkut hidup perusahaan ditahun-tahun kedepan. Laporan pencapaian target tahun ini dipaparkan detil, demikian juga target dan action plan untuk tahun depan juga dibuat detil dengan asumsi-asumsi yang masuk akal, biasanya kita pada serius banget mempersiapkan workshop, dan biasanya pula diselenggarakan bukan dikantor tapi ditempat lain yang memberikan warna situasi yang berbeda dengan suasana kantor sehari-hari, dengan harapan supaya banyak ide-ide cemerlang hadir.

Kenapa kalau kita mempersiapkan workshop untuk perusahaan orang lain demikian seriusnya sampai mau-maunya menginap beberapa hari diluar kota ?? mungkin banyak sahabat yang berkilah dengan alasan profesionalisme......tadinya saya juga demikian pemikirannya, tapi saya ambil positifnya saja.
Pertanyaannya........bagaimana dengan hidup kita setahun, dua tahun atau sepuluh tahun kedepan ????.......Saya gak pernah berpikir sejauh itu sebelumnya, karena toh sudah jelas akan dapat "income" tiap bulan dari kantor. Kalau kita sangat serius membuat workshop untuk kemajuan perusahaan setahun kedepan, tetapi untuk hidup kita apakah kita sudah memikirkan dengan serius action plan apa yang akan kita lakukan setahun kedepan ??
Berangkat dari itu, saya mencoba berpikir untuk membuat "workshop" yang dituangkan dalam proposal hidup saya, dengan target adalah impian-impian yang akan dicapai dalam hidup saya.
Dibuat sederhana saja dan gak usah perlu menginap beberapa hari diluar kota, intinya saya membuat proposal hidup dimulai dari akhir, artinya dari impian dihari tua ditarik garis ke masa sekarang. Saya maunya apa nanti setelah pansion by system diumur 55 tahun ? dari situ dirunut kemasa sekarang yang dibagi dengan action jangka pendek dan menengah.
Setelah jelas kerangka proposal hidup yang sudah dibagi dalam jangka pendek, menengah dan panjang, baru kita detilkan action plan apa yang harus dilakukan untuk mencapai semua itu.
Setelah selesai kita print dan coba diajukan ke Boss ( Suami/istri/orang tua/mertua ) untuk dikoreksi dan dikomentari, dan setelah disetujui kita komitmen untuk menjadikannya blue print hidup kita. Masalah nanti ada perubahan tidak apa-apa, karena pasti akan berubah sesuai dengan situasi lingkungan, dan proposal nanti juga dirubah menyesuaikan dan dituangkan dalam klausul pekerjaan tambah kurang.....ah kayak diproyek aja.

Apakah sahabat sudah pada bikin proposal hidup masing-masing....belum terlambat mari kita buat proposal hidup bersama-sama untuk mencapai masa depan yang sukses dan mulia.

Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Naik Gaji

 On Rabu, 26 November 2008  


Mau naik Gaji tiap bulan ??? Bagaimana caranya ??? Para sahabat yang kebetulan berstatus "karyawan" pasti menginginkannya, demikian juga para sahabat yang berstatus "entrepenuer" juga menginginkan "gaji" yang naik tiap bulannya. Itu adalah hal yang manusiawi banget......
Ustadz Yusuf Mansur dalam bukunya menulis beberapa hal kiat-kiat untuk bisa naik gaji sbb :

1. Shalat, yang akan mendekatkan diri pada jalan rejeki.
2. Sedekah, sebagai kunci pintu rejeki.
3. Ikhtiar, sebagai kendaraan pembawa rejeki.
4. Amal Sholeh, berbuat kebajikan mendatangkan ampunan dari Allah SWT.

Bagi saya shalat sudah diajarkan sejak masih balita, tapi terus terang nyadarnya baru akhir-akhir ini saja. Mulai dari hal mudah diusahakan shalat tepat waktu, awalnya memang berat apalagi subuh......tapi alhamdulillah akhirnya mulai terbiasa bangun subuh, ternyata kalau pagi-pagi bangun seger sekali udaranya. Setelah itu shalat jama'ah dan sunnah/dhuha dibiasakan baik dikantor maupun saat di kontrakan/rumah, lalu meningkat shalat tahajud dengan target seminggu dua kali...wah beratnya bangun malem, tapi lama-lama bisa bangun tanpa alarm lagi. Itulah kekuatan otak bawah sadar, bila waktu mau tidur sudah niat mau tahajud, ya tahu-tahu jam 03.00 pagi bisa bangun sendiri.....

Sedekah.....dulu saya pelit banget ngasih uang receh pada pengamen di bangjo(lampu merah), tapi dari uang receh kecil ini saya belajar sedekah dengan ikhlas tanpa mikir. Untuk hal ini sekarang kalau abis terima gaji bulanan, saya mencoba alokasi untuk sedekah didahulukan...karena ini adalah investasi yang jelas akan dikembalikan dengan tak disangka-sangka oleh Allah SWT. Dalam proposal hidup saya membuat target financial bukan berapa banyak income yang akan dicapai, tetapi berapa banyak target sedekah yang akan dicapai....mudah-mudahan bisa terlaksana/tercapai.

Ikhtiar...nah ini adalah usaha atau action dalam menjemput rezeki yang telah disediakan oleh Allah SWT. Kalau status masih "makan gaji" ya bekerja secara profesional, tunjukan nilai lebih dalam setiap job. Kalau yang sudah status "memberi gaji/entreprenuer" bagaimana meningkatkan omzet dan profit dalam setiap biz, sehingga konsumen merasakan nilai tambahdalam produk/jasa anda. Masalah hasil akhir serahkan pada Yang Maha Kaya saja....kita tinggal ikhtiar dan tingkatkan amal sholeh......dengan konsep hidup ini harus banyak "memberi".

Itu tadi teorinya, tapi saya sangat yakin dan sedang berusaha mempraktekkannya......just action saja.


Mudah-mudahan bermanfaat.

Punokawan

 On Selasa, 25 November 2008  


Dalam filosofi dan kehidupan masyarakat jawa ada keyakinan bahwa hidup itu harus mempunyai makna. Hidup itu jangan cuma senang-senang, tetapi hidup itu harus dijalani dengan senang apapun kondisinya. Karena kalau hidup senang berlebihan membuat manusia lupa diri, lupa pada Sang Pencipta atau lupa pada asal-usul manusia diciptakan. Manusia akan selalu ingat akan jati dirinya apabila hidup dimaknai dengan ibadah.
Demikian cuplikan buku Mistik Kejawen Sinkretisme, simbolisme dan Sufisme pada Budaya Spiritual Jawa, karangan Drs. Suwardi Endraswara, MHum.

Dalam dunia pewayangan kita mengenal empat punakawan yaitu : Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Mereka berempat mengabdi pada pihak Pandawa, sedangkan dari pihak Astina kita mengenal Togog.

Sunan Kalijaga sangat cerdas dalam menciptakan figur pewayangan sebagai media pemasaran/penyebaran agama islam di jawa. Dalam hal ini tokoh pewayangan diciptakan dari kata-kata berbahasa Arab awal mulanya, seperti sbb :

1. Semar dari kata Arab simaar/ismarun yang artinya paku bersifat teguh, kuat dan tidak goyah dalam prinsip. Punya nama lain Ismaya dari kata arab asma-Ku, simbol dari kemantapan dan keteguhan. jadi ibadah harus dilandasi keyakinan kuat supaya ajaran yang tertanam pada sanubari diri pribadi menjadi mantap.
2. Nala Gareng dari kata Arab Nala artinya menerima, dalam bahasa jawa artinya ati dan khoiron yaitu tindakan yang baik. Naala qorin artinya dapat teman banyak/relationship, hal ini selaras dengan tujuan dakwah Sunan kalijaga yaitu menyebarkan kebaikan supaya orang-orang mau menerima sehingga mempunyai jaringan teman yang banyak.
3. Petruk dari kata Arab Fatruk yang arti harfiahnya tinggalkan dan singkirkan tindakan yang jelek-jelek, yang menjadi larangan Allah SWT.
4. Bagong dari kata Arab Baghoo yang arti harfiahnya timbanglah pikiran dan perasaan, yang baik dan buruk atau yang benar dan salah, harus berani memberontak terhadap siapa saja yang berbuat dzalim.

Jadi gambaran tokoh Punokawan menggambarkan nafsu hidup manusia yaitu Semar ( Mutmainah ), gareng ( amarah ), Petruk ( aluamah ), Bagong ( sufiyah ). Dan masih ditambah lagi tokoh Togog dari kata Arab Thogut yang artinya Iblis.

Demikian sedikit posting tentang Punakawan yg di kutip dari Mekar Sari.
2.
Back to top
JASA TOKO ONLINE di Facebook

×