Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Semacam Hujan Disekitar Ka'bah

 On Sabtu, 17 Juni 2017  

TADABBUR DAUR I No.2

( Hujan Deras Mengelilingi Ka'bah )

Saat seorang bapak untuk menarik putranya supaya segera meninggalkan arus putaran mainstream tawaf mengelilingi kab'ah, dengan fakta bahwa putranya berkali-kali gagal untuk mendekati Hajar Aswad, sebuah batu hitam yang sudah diciumi oleh jutaan ummat islam.

Dengan menarik diri dari putaran tawaf (ibaratkan hujan deras), maka sejenak mereka bisa menghela 
nafas, istirahat dari nafsu untuk mencium hajar aswad. Dan lalu mereka berdua mengambil air wudlu 
untuk mensucikan diri mereka lagi, ini bisa diartikan bahwa untuk memperbaiki niat mereka dan 
merendahkan diri serta mencoba mencari frekuensi yang tepat untuk connect supaya nyambung dengan Sang Maha Kuasa. Yang digambarkan dengan sholat dua rakaat dan berdoa menghadap ka'bah, merendahkan diri, pasrah dan semau-mau Tuhan mau kasih info apa saja.

Bahwa semua mukjizat, karomah hanya dipinjamkan sementara olehNya. Dan faktanya Tuhan membantu mereka berdua untuk menerobos putaran lingkaran hujan deras tawaf orang dengan memperjalankan mereka sampai didepan hajar aswad dengan berjalan lurus dan tanpa senggolan dengan para jamaah lainnya.

Ini bisa sebagai suatu metoda untuk kita pelajari bahwa dalam menghadapi hujan deras (problematika hidup dll) sebenarnya sudah disediakan peluang solusinya olehNya dengan cara merendahkan diri dihadapanNya, dan jangan kebiasaan untuk mengharapkan cahaya dari luar, pancarkanlah cahaya dalam dirimu sendiri sehingga menerangi sekitarmu dan engkau tidak terkontaminasi dengan najis disekelilingmu.

Dan selalu khusnudon (berprasangka baik) terhadap Tuhan dan ini harus tanamkan dibawah sadar kita, Untuk pertolongan dari Tuhan akan sangat tergantung dan semau-maunya Tuhan dalam memberikan bentuk pertolongan, yang pasti akan diluar perkiraan manusia, seperti contoh bapak dan anak yang bisa menerobos hujan deras manusia tawaf di ka'bah.

Dalam konteks situasi Indonesia yang saat ini sedang dalam hujan deras lautan najis, hedonisme, kapitalisme dll yang mustahil kita semua tidak terkontiminasi. Yang penting kita berusaha untuk selalu memproteksi diri dengan berupaya untuk berenang kearah yang benar, masalah usaha kita berhasil atau tidak serahkan atau tawakall pada Yang Maha Kuasa. Usaha kita adalah bagaimana berdekatan tanpa harus terseret arus.

Nah metodenya untuk menggapai pertolongan Dia ada banyak jalan sesuaikan dengan yang cocok 
dihatimu, bisa itu sholat, dzikir. Kalau kita melakukan sesuatu untuk connect dengan Tuhan, harus diniati dengan hati yang ikhlas, tanpa nafsu, tanpa asumsi di pikiran kita.

Ilmu Pemetaan Diri

 On Minggu, 11 Juni 2017  

Pendidikan anak secara teori ilmu modern selama ini adalah diserahkan pada sekolah untuk hal-hal yang bersifat fisik dan teoritis, sedangkan untuk pendidikan yang bersifat norma, akhlak dibebankan pada orang tua.

Tapi fakta pendidikan saat ini di negara kita, masih berkutat pada hal-hal yang sifatnya materiil, seperti angka-angka ranking, prosentase kelulusan. Disamping dunia pendidikan yang saat ini dituding yang paling bertanggung jawab terhadap banyaknya kenakalan remaja, seperti narkoba, tawuran yang sudah menjadi semacam penyakit akut dari kota besar sampai sekolah yang ada dipinggiran kabupaten.

Menurut saya kunci dari semua problem pendidikan ya dikembalikan pada masyarakat sendiri terutama kita sebagai orang tua, apakah kita sudah mendidik atau memberi contoh yang baik pada anak kita semua. Yang paling disalahkan adalah kita sebagai orang tua, yang mungkin hanya punya waktu sedikit untuk memperhatikan para anak, karena sebagian besar waktu habis untuk mencari uang.

Sebagai orang tua, saya tidak bisa seratus persen bisa mendidik anak seperti keinginan. Banyak hal yang dalam pendidikan anak yang diluar jangkauan. Yang bisa saya lakukan adalah memonitor anak, jangan sampai tidak beres untuk masalah aqidah dan akhlak, ini yang mendasar. Kita ikuti dan awasi anak seperti apa bakat alamnya, kecenderungannya, kalau ada yang belok-belok kita kasih pagar atau rambu. Tiap hari anak saya itu meneliti tentang siapa dirinya sesuai dengan perjanjian dengaNya saat mau ditiupkan roh. Nanti akan kelihatan anak itu punya kegemaran, kecenderungan, karakter tertentu, sehingga kita sebagai orang tua tinggal memfasilitasinya.

Anak saya punya kecenderungan malas membaca, tapi tangannya suka sekali usil dengan ngoprek segala mainannya, saat usia SMA hobbynya utak-atik motor, tapi sangat tidak suka pada pelajaran matematika, fisika dan cita-citanya masuk teknik mesin yang tentunya sangat membutuhkan pengetahuan matematika dan fisika. Tapi disisi lain punya kecenderungan kuat pada aspek bahasa tertentu, terampil memasak dan luas dalam pergaulannya. Anak ini beda sekali dengan bapaknya yang suka membaca hehehehe.

Sekolah saat ini masih berperilaku pengajaran belum pendidikan kalau menurut saya, tugas sekolah adalah menemani anak didik untuk menemukan jati diri. Kalau anak misal jatidirinya adalah burung, maka pihak sekolah harus mendidik anak itu sebagai burung yang bisa terbang.

Nah ilmu pemetaan diri sangat penting saya kira, sehingga kita tahu diri karakter, posisi, dan sebagai apa dalam suatu sistem masyarakat. Kalau orang jawa punya ungkapan yang tepat untuk menggambarkan itu, yaitu " Empan Papan ".

Fitnah Hoax

 On Jumat, 03 Maret 2017  

"Hoax" istilah baru dijaman yang katanya modern, yang dipopulerkan oleh generasi millenial ini sangat berkaitan dengan maraknya era internet, yang dikenal dengan sosial media. Maraknya teknologi ini sangat membantu kehidupan manusia. Dimana segala hal jadi lebih muadah dari pada beberapa dekade yang lalu.

Banyak pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dengan hadirnya media sosial ini, dulu beberapa dekade yang lalu untuk kirim kabar ataupun kirim uang harus lewat surat, telegram ataupun harus wesel, saat ini bisa dengan begitu mudahnya semua hal itu dikerjakan dengan ujung jari dimanapun.

Saat ini yang terjadi adalah overload informasi, dimana banjir informasi melanda otak kita dengan masif. Media sosial saat ini sebagian dihidupi oleh caci maki. Seakan semua hal yang keluar dari mulut tidak ada hubungannya dengan causalitas atau sebab akibat dengan nasib manusia kelak dikemudian hari, atau bahkan keselamatan. Mulutmu harimaumu demikian kata pepatah, yang menggambarkan betapa berbahayanya hoax atau fitnah yang melanda saat ini.

Hadirnya media sosial ini berperan sangat besar dalam mengikis jiwa kesatria bangsa ini, dimana dulu sejak era penjajah portugis mengincar rempah-rempah dikawasan nusantara ini, jiwa-jiwa kesatria mulai luntur. Saat itu penajajah portugis mengahdapi armada kerajaan majapahit dengan meriam dari jarak jauh, sedangkan karakter bangsa ini kalau perang adalah kesatria dengan berhadapan, nah mulai saat itu karakter kesatria mulai mengalami degradasi hingga saat ini.

Karakter tidak kesatria memuncak dengan hadirnya media sosial ini, kita bisa bersembunyi disebuah akun untuk menyerang orang lain dari jarak jauh dengan tanpa resiko. Generasi sekarang lebih berat tantangannya karena mereka sudah dikepung oleh situasi jamannya. Manusia sudah dibekali perangkat sensor canggih oleh Tuhan sebenarnya, dimana kalau urusan kesehatan kita sudah punya sensor canggih dilidah, kalau kita kelebihan asam lambung maka lidah kita otomatis akan menolak bila ada kopi masuk mulut, seperti ayam yang mematuk makanan itu tidak pernah keracunan karena ada sensor di paruhnya, kecuali memang diracun oleh manusia.
Demikian pula kita sudah dibekali sensor untuk otak dan hati, sehingga untuk membendung luapan banjir informasi yang sangat merusak cara berpikir otak kita, sensor-sensor canggih itu bisa kita latih untuk menjadi lebih peka.

Sekolah Bisnis Terbaik Didunia

 On Minggu, 25 Oktober 2009  


Stanford University dan Harvard Univesity merupakan sekolah bisnis yang telah menghasilkan entrepreneur yang handal. Bahkan Harvard terpilih sebagai sekolah bisnis terbaik dunia. Meskipun demikian Harvard University masih mendapatkan kritik dari salah seorang pengusaha yang pernah diundang menjadi dosen tamu di Harvard University. Dosen tersebut adalah McCormack, dengan membeberkan apa yang tidak diajarkan di Sekolah Bisnis (Harvard Univesity). Kenapa tidak diajarkan? Karena dosen Harvard tidak bisa mengajarkannya. Hal yang tidak diajarkan adalah kreativitas dan inovasi. Padahal kreatifitas dan inovasi merupakan bagian dari jiwa entrepreneur. Entrepreneur merupakan orang yang menanggapi setiap perubahan lingkungan secara kreatif dan inovatif.

Ada sekolah yang dapat mengajarkan tidak saja kreativitas dan inovasi, tetapi mengajarkan manusia dengan kemampuan yang lengkap. Sekolah tersebut mengajarkan manusia sebagai Bani Adam yang sebenarnya, yaitu manusia yang mampu mengendalikan diri dari makan dan minum berlebihan, berpakaian berlebihan, berkendaraan berlebihan dan berkeinginan yang berlebihan. Manusia yang tidak serakah.

Sekolah tersebut juga mengajarkan manusia menjadi basyar, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya dan jiwanya tetap sehat dan fit. Jasmani ibarat sebuah mesin yang terus menerus bekerja. Agar mesin tersebut bekerja dengan baik dan tahan lama perlu dipelihara dengan baik. Jiwa ibarat irama mesin bekerja. Keduanya harus berpadu menjadi satu dan harmonis.

Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi insan, yaitu orang mempunyai kemampuan berpikir yang luar biasa, sehingga dapat menyerap ilmu pengetahuan yang luar biasa, termasuk pengetahuan bisnis. Peluang cenderung berpihak pada orang yang terlatih, yang tidak sekadar menggunakan logika, tetapi memadukan dengan intuisi. Jika logika diibaratkan matahari, maka intuisi merupakan bulannya. Keduanya merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis yang harus dimiliki oleh orang yang bergelar insan.

Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi annas, yaitu murid yang dapat bergaul dengan atasan, bawahan dengan teman sekerja dengan baik. Rahasia bekerjasama dalam komunikasi. Komunikasi yang sejati hanya akan terwujud jika mampu mengerti maksud, perkataan dan perasaan lawan komunikasi kita. Kita harus memahami lawan bicara kita, setelah itu kita baru dipahami oleh lawan bicara kita.

Sekolah tersebut dapat pula menjadikan muridnya dengan sebutan abdun, yaitu murid yang mempunyai kemampuan mengabdi kepada Allah dengan baik, sebagai senjata pamungkas di kala menemui cobaan ataupun kesulitan. Sekolah yang dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual membuat kecerdasan rasional dan kecerdasan emosi menjadi lebih efektif. Memanglah sekolah ini menjadikan manusia paripurna, atau insan kamil. Sekolah yang dapat mengalahkan Harvard University maupun Stanford University tersebut, bahkan sekolah terbaik tanpa tandingan di dunia ini bernama Puasa Ramadan.

( Disadur dari tulisan : Bp. M Suyanto, Founder Primagama dan CEO AMIKOM, mudah2an bermanfaat bagi sesama )

Menyambut Pelantikan Presiden RI

 On Selasa, 20 Oktober 2009  

Pada zaman Orde Baru pernah ada rencana membuat film Nyoman Jadi Presiden, ternyata tidak lolos sensor. Ketika itu, jangankan manusia beneran, judul film pun tidak boleh ada kata ”menjadi presiden”. Kini berubah terbalik. Siapa saja boleh jadi presiden.

Ini membawa implikasi ke mana-mana, termasuk membuat anak kecil di Bali bernama Nyoman berfantasi menjadi presiden. Begitu kuat fantasinya, sampai-sampai semua kegiatan dilakukan sambil membayangkan dirinya jadi presiden.

Hubungan antara fantasi dan mimpi memang belum seluruhnya terang. Namun, suatu malam, Nyoman bermimpi jadi presiden, dilantik dan berpidato. Sebagaimana tradisi Timur umumnya, Nyoman juga diajari tetua untuk berdoa pada saat-saat penting. Untuk itu, dalam mimpi menjadi presiden, Nyoman berdoa, ”Kapan saja berjumpa orang, akan kupandang diriku yang paling hina. Dan jauh di kedalaman batin, akan kutempatkan orang lain di tempat paling mulia”.

Setelah melantunkan doa ini, Nyoman merenung sejenak, heran, tak mengerti dari mana inspirasi doa datang. Rasanya ia muncul spontan, bukan hafalan. Dan, seperti doanya belum lengkap, lagi-lagi bibirnya bergerak di luar kesadaran, ”Bila ada yang datang dengan sikap bermusuhan, membawa pedang amarah, api dendam, biarlah ia hadir seperti permata yang sulit ditemukan. Karena hanya melalui bara api dendam dan pedang amarah, bisa lahir bayi-bayi kesabaran dan kebijaksanaan”.

Seusai berdoa, Nyoman teringat guru yoga. Melalui sujud dan bakti kepada guru, segala kegelapan keraguan berubah menjadi cahaya terang pengertian dan bimbingan. Ia pun melakukan guru yoga dalam mimpi.

Merendah itu indah

Di Barat, lengkap dengan sejarah budayanya yang panjang, manusia diajarkan untuk percaya diri. Kualitas seseorang amat ditentukan seberapa tinggi percaya dirinya. Perhatikan mereka yang berhasil menjadi presiden AS. Jangankan saat benar, saat kalah pun berbicara penuh percaya diri. Ini layak dihormati sebagai salah satu cara bertumbuh.

Di Timur lain lagi. Meski sudah mulai ditinggalkan, bahkan dicurigai menjadi biang banyak keterbelakangan, tetua mengajarkan, ”Merendahlah, dan engkau akan diagungkan”. Perlambang yang kerap dikutip adalah padi di sawah, semakin berisi ia semakin merunduk. Simbol lain adalah bambu. Saat muda bambu bertumbuh ke atas, begitu dewasa ia merunduk rendah hati.

Inilah junjungan tetua di Timur. Seorang siswa pernah masuk ke pedalaman Dieng, Jawa Tengah. Di tengah penelitian, tiba-tiba ia dipanggil seorang tetua di tempat itu yang berjanggut panjang, mengenakan peci. Tetua itu berpesan, ”0rang bijaksana seyogianya berada di atas dualitas. Bukan dipermainkan dualitas (bersahabat dengan yang memuji, bermusuhan dengan yang mencaci), namun dengan sabar merangkul semuanya”.

Dan tugas merangkul lebih mudah dilakukan bila merendah. Bagi sebagian anak muda, merendah itu musibah. Namun, bagi tetua yang kaya rasa dan kaya makna, merendah itu indah. Persahabatan, kebahagiaan, ketenangan, keheningan, itulah buah kehidupan yang suka merendah.

Selain itu, dalam batin yang sudah bertumbuh dewasa, ia melihat jika kita sebenarnya adalah daun-daun di pohon yang sama, bintang-bintang di langit yang sama. Setiap pelayanan yang diberikan kepada pihak lain akan balik ke diri ini sebagai pelayanan. Inilah yang melampaui dualitas.

Itu sebabnya semua manusia di jalan ini mengabdikan hidup untuk pelayanan. Ada yang melayani orang sekarat, seperti Ibu Theresa. Ada yang menyelamatkan korban perang, seperti Thich Nhat Hanh. Ada yang menghabiskan waktu dengan memerangi kemiskinan, seperti Mohammad Yunus. Tentu lebih indah lagi bila tugas-tugas pelayanan ini dilakukan saat seseorang masih duduk di kursi kekuasaan. Dalam bahasa tetua, kekuasaan adalah terbukanya gerbang pelayanan, bukan kesempatan untuk melakukan pembalasan.

Bayi kebijaksanaan

Tetua berpesan, kesulitan itu ada tidak untuk membuat kita tumbang, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kekokohan. Seperti pepatah tua, bad weather makes good timber. Cuaca buruk menyisakan kayu-kayu kokoh. Begitulah pohon-pohon kebijaksanaan memperlihatkan dirinya. Dengan demikian memberi pelajaran, api amarah, pedang dendam lawan, memang bisa mematikan. Namun, dalam kelenturan air, api maupun pedang sama- sama tidak berdaya. Api tidak bisa membakar air, pedang tidak berdaya memotong air.

Kelenturan air kerap digunakan sebagai simbol kebijaksanaan. Air berjalan dari hulu yang jauh, tetapi sampai ke samudra. Dan, satu-satunya kekuatan yang membuat air bisa melewati semua penghalang karena sifatnya yang lentur. Berbicara kelenturan, lagi-lagi harus kembali ke ladang pelayanan. Karena itulah hakikat kepemimpinan.

Kesehatan, pendidikan, kemiskinan, dan keterbelakangan adalah ruang publik yang lapar pelayanan. Kesehatan bermakna lebih luas dari sekadar berobat gratis, tetapi juga melibatkan pendidikan. Dulu, sebagian penyakit disebabkan salah makan. Kini (sebagaimana dikemukakan banyak peneliti), sebagian besar penyakit bersumber pada salah pikiran.

Pikiran inilah yang lebih layak disehatkan. Menambah daftar larangan untuk menyehatkan pikiran masyarakat hanya akan memperpanjang guncangan. Namun, memulai langkah keteladanan yang lurus, jujur, bersih, dan jernih lebih membantu dalam hal ini. Lee Kuan Yew adalah seorang guru. Tahun pertama diteriaki, tahun kedua dimaki, tahun ketiga dilempari api, tetapi karena lurus, jujur, dan konsisten, semua teriakan kemudian berhenti.

Maka, ada yang menulis, the inner science of transformation: aspiration, habituation, commitment, consistency. Niat itu langkah awal. Membiasakan diri agar niat menjadi kenyataan, itu langkah kedua. Membuat komitmen agar tetap berjalan lurus tanpa bisa ditawar, itu hal berikut. Namun, konsistensi kemudian mengibarkan bendera perubahan.

Ah, maafkanlah mimpi. Meminjam istilah Sigmund Freud dalam The Interpretation of Dream, mimpi bagi kebanyakan orang memang bunga tidur. Namun, tidak sedikit para Sufi dan Yogi yang menggunakan mimpi sebagai medium penting untuk terhubung ke alam lebih tinggi. Maka, di Timur dikenal praktik dream yoga.

( disadur dari tulisan Gede Prama )

Ibu

 On Senin, 22 Desember 2008  


Assalamu'alikum Wr Wb


Surga berada dibawah telapak kaki ibu, peribahasa ini memang benar adanya. Karena ibu mengandung, menyusui dan membesarkan anak dengan cinta tulus, tanpa mengharap imbalan sedikitpun dari sang anak.
Seberapa besar sukses anda dalam karir maupun usaha, jangan lupakan bahagiakan ibu anda. Kelapangan rizki salah satunya adalah berkat doa ibu.

Ada beberapa sebab-sebab yang melapangkan rizki sbb :

1. Taqwa kepada Allah SWT
2. Istighfar & taubat
3. Tawakal
4. Silaturrahim
5. Infaq & Shodaqoh
6. Menyambung Haji dengan Umrah
7. Serius dalam Ibadah
8. Berbuat baik pada orang yang lemah

Hal-hal diatas akan lebih sempurna lagi apabila kita memuliakan dan membahagiakan Ibu kita, Insya Allah rizki tidak akan putus-putusnya.
Pengalaman Jamil Azzaini yang ditulis dalam blognya, dimana doa seorang ibu sangatlah mujarab, dan bisa memberikan jalan kesuksesan kita dalam mengarungi hidup ini.
Mari mumpung ibu kita masih hidup, mumpung kita masih diberi kesempatan untuk membahagiakan ibu..........Selamat hari Ibu.


Semoga bermanfaat


Wassalamu'alikum Wr Wb

Nyaman Jadi Karyawan

 On Kamis, 18 Desember 2008  


Assalamu'alikum Wr Wb


Sahabat semua yang saat ini masih berstatus sebagai karyawan syukurilah apa yang ada, karena tiap tahun banyak pencari kerja berjibun bersaing untuk mendapatkan lowongan. Baru-baru ini di jogja diadakan test CPNS, berjibun banget pendaftarnya dibandingkan dengan lowongan yang tersedia. Maklum dibenak para pedaftar ini terbayang akan kenyamanan bila nanti diterima sebagai pegawai negeri.
Bulan desember biasanya karyawan swasta yang bekerja di corporate juga sedang menikmati bonus kinerja tahunannya...wah nyaman sekali, terus bisa liburan bersama keluarga dimalam pergantian tahun...enak tenan.....
Hal-hal demikianlah yang membuat para karyawan terlena di zona nyaman banget. Bagi para sahabat yang sedang dipuncak karir maupun sedang menanjak karirnya disuatu perusahaan disuatu perusahaan, rasanya sangat nyaman dengan kondisi fasilitas yang didapat seperti : Mobil, sopir, rumah, telepon dll.
Kalau karir seseorang sudah dipuncak, dia akan stuck karena apa yang dilihat kedepan adalah penurunan seperti yang digambarkan dalam grafiknya Muhaimin Iqbal.
Belum tentu semua orang yang dipuncak karir mau melepas semua fasilitas untuk menempuh jalanan menurun dulu, sebelum akhirnya recovery untuk mendaki titik puncak yang lebih tinggi lagi.
Tulisan-tulisan M. Iqbal ini mudah-mudahan bisa menjadikan inspirasi buat para sahabat semua.


Wassalamu'alikum Wr Wb

Semoga bermanfaat

Bijak Hadapi Krisis

 On Senin, 15 Desember 2008  


Assalamu'alaikum Wr Wb


Postingan saya sebelumnya tentang krisis yang sudah mulai terasa dampaknya di Indonesia, dimana perusahaan-perusahaan sudah mencanangkan effisiensi disegala sektor termasuk didalamnya pembatasan lembur. Krisis ini menurut saya adalah bagaimana cara menyikapinya masing-masing orang.
Postingan berikut adalah share tentang cara menyikapi krisis dengan inside view yaitu melihat kedalam diri masing-masing terutama soal financial pribadi, saya ambilkan ini dari guru maya saya sama-sama dari EU, Pak Budi Rachmat.

bentuk/format laporan KEU saya seperti apa sich...???

sesuai dengan pemahaman saya terhadap buku2/kiat2 KIYOSAKI, bentuk Lap KEU-nya simpel aja.

Yang penting pemahamannya, yaitu;
- HARTA yang bersifat ASSET, menghasilkan INCOME
- HARTA yang bersifat LIABILITI, menghasilkan EXPENSES.


bentuknya sich simpel aja.... seperti ini;

Catatan CASHFLOW;
INCOME..................... |.............. EXPENSES
a. hasil Alfa ke-1........ |A. Maintenance,bensin dsb.
b. hasil Alfa ke-2........ |B. Maintenance,bensin dsb.
c. hasil Properti ke-1... |C. Pendidikan,bimbel dsb.
d. hasil Properti ke-2.. |D. Pendidikan,balet dsb.
................................ |E. Pendidikan,balet dsb.
................................ |F. Sandang,pangan dsb.
................................ |G. Listrik,telp,kebersihan..
................................ |H. Biaya (investasi) dsb...


Catatan HARTA;
ASSET.................... |.............. LIABILITI.
a. Alfa ke-1............. |A. Mobil ke-1
b. Alfa ke-2............. |B. Mobil ke-2
c. Properti ke-1....... |C. Anak ke-1
d. Properti ke-2....... |D. Anak ke-2
............................. |E. Anak ke-3
............................. |F. Keluarga
............................. |G. Rumah
............................. |H. Bisnis (Investasi)

Jadi:

- HARTA yang bersifat ASSET (item a,b,c,d), hasilnya dikolom INCOME (a,b,c,d).

- HARTA yang bersifat LIABILITI (item A,B,C,D,E,F,G,H), hasilnya dikolom EXPENSES (A,B,C,D,E,F,G,H).

Keterangan:

- kenapa saya punya Bisnis (H), tapi hasilnya Biaya (H)... karena bisnis ini masih belum memberikan hasil positif.
Nanti, klo sudah menghasilkan, akan saya pindahkan ke Asset. Hasilnya dikolom Income.

- klo saya berinvestasi dengan membeli rumah yang belum jadi dengan mencicil/KPR (misalnya). Maka investasi tsb berada dikolom HARTA yang sifatnya LIABILITI, hasilnya dikolom EXPENSES berupa cicilan/KPR.
Investasi seperti ini menyebabkan saya bertambah MISKIN, karena hasil investasinya hanya memperbesar EXPENSES, bukan menambah INCOME.

- klo Properti saya tidak tersewa, maka properti tersebut langsung pindah ke kolom LIABILITI yang hasilnya adalah EXPENSES (biaya service charge). Klo tersewa, pindah lagi ke ASSET, hasilnya INCOME (hasil-sewa)

JADI, yang PENTING adalah pemahamannya....!!!


yang juga lebih MENARIK....!!!

- bahwa sumber Income-nya ada 4 (2 Alfa + 2 Properti). Ini lebih "secure" daripada hanya 1 sumber income (misalnya hanya dari Gaji doang).

- klo sumber ke-4 sumber income tsb saya "masukan" dalam konsep CASHFLOW QUADRANT (ingat buku KIYOSAKI), yaitu konsep E,S,B,I atau 4 kuadran-nya Kiyosaki, sbb;

Income dari;
a. kuadran E (= Employee)...... = nol/nil/zero
b. kuadran S (= Self-employee). = nol/nil/zero
c. kuadran B (= Biz owner)..... = Alfa ke-1 + ke-2
d. kuadran I (= Investor)...... = Properti ke-1 + ke-2

Sedangkan kuadran E dan S adalah ACTIVE INCOME, yaitu income yang diperoleh dengan menukar waktu yang kita miliki.
Kita semua memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari.

Sedangkan kuadran B dan I adalah PASSIVE INCOME, yaitu income yang diperoleh tanpa menukarkan waktu yang kita miliki.

JADI, ke-4 income tsb adalah PASSIVE INCOME buat saya. Artinya, klo saya mo tidur2an terus tiap hari income tsb tetap masuk.

Tapi saya ngak tidur2an terus koq.... bahkan kerja keras.... saya ber-ichtiar, mencoba Bisnis (H) yang jika berhasil akan menciptakan MASSIVE INCOME buat saya. Jika tidak berhasil (sampai dengan waktu yang saya tetapkan), maka saya akan cut-loss. Karena ichtiar Bisnis ini hanya menghasilkan EXPENSES.


Klo kita lihat dari CASHFLOW GAME (CFG 101 - Permainan Cashflow dari KIYOSAKI) maka posisi KEU saya, sbb;

- bukan di RATE RACE, yaitu kejar2an antara Income yang dihasilkan dengan Expenses yang harus keluar.

- tapi sudah di SMALL INVESTOR, karena Income sudah lebih besar daripada Expenses. Kelebihannya diinvestasikan.

- klo ichtiar bisnis saya berhasil (dan menghasilkan MASSIVE INCOME), maka saya akan masuk ke FAST TRACK untuk menuju/menjadi ULTRA RICH.


Inilah GAME saya....!!!

"Your wish is my command", kata si Jin-nya Alladin.

semoga bermanfaat.

Wassalamu'alikum Wr Wb


Pelajaran Bisnis dari "Mbah Topo"

 On Jumat, 12 Desember 2008  

Assalamu'alaikum Wr Wb,

"Mbah Topo" adalah nama populer ibu saya dikampung, Kadipiro Jogja. Karena ditengah-tengah kampung ada "warseba" yang berdiri sejak 18 tahun yang lalu, anak-anak kecil akan tahu kalau ditanya mana warung Mbah Topo. Sebutan itu melekat pada ibu karena bapak saya bernama Topo.
Sejak ditinggal almarhum ayah 21 tahun yang lalu, ibu mengambil alih kendali sebagai "single parent" istilah modernnya, dengan tanggungan 8 anak yang masih harus butuh biaya makan dan pendidikan, hanya dengan mengandalkan pensiun janda tidak cukup untuk membiayai semua anaknya. Maka dengan susah payah dan ilmu " The Power Of Kepepet " berdirilah waserba sederhana ditengah kampung, yang Alhamdulilah masih berdiri sampai saat ini dan bisa mencukupi makan dan pendidikan anak-anaknya.
Suatu saat saya iseng-iseng tanya pada ibu tentang kiat bisnisnya sehingga waserbanya tetap eksis belasan tahun, ibu saya yang gak pernah belajar ilmu ekonomi secara formal tetapi hanya belajar dari Universitas kehidupan, ternyata kunci bisnis retail adalah sbb :

1. Cash Flow
Pemikiran ibu sederhana saja, kalau biasanya perminggu kulakan misal Rp 5 juta maka kalau duit hasil penjualan kurang dari nominal itu berarti omzet turun, sedangkan kalau lebih dari nominal itu maka omzet naik.
Padahal hasil dari Waserba itu diambil untuk membiayai kehidupan sehari-hari dari makan, bayar listrik dll. Hasil waserba itu setelah diambil untuk biaya hidup perbulan, dan tetap perminggu masih bisa ke pasar gede untuk kulakan dengan bawa uang minimal misal Rp 5 juta, itu artinya waserbanya memberikan profit sebesar biaya hidup yang telah dipakai.
Hanya itu pemikiran ibu selama ini dan meskipun banyak warung-warung lain bermunculan tetapi waserba Mbah Topo tetap eksis sampai belasan tahun.

2. Pelayanan ke konsumen
Bentuk pelayanan konsumen adalah bahwa untuk pelanggan tertentu bisa ambil barang dulu bayarnya bulan depan alias ngutang.
Selain itu warung Mbah Topo ternyata sebagai tempat ngerumpi para tetangga, jadi inilah nilai tambahnya yang tidak terdapat pada warung-warung lain yang lebih modern yang bermunculan akhir-akhir ini, karena pelanggan merasa nyaman dan pasti tidak dibohongi tentang kualitas barang bila belanja di warung Mbah Topo sambil ngobrol dengan ibu.

3. Sedekah
Inilah kunci utama sukses ibu dalam mengola waserbanya, sejak sepuluh tahunan ini ibu terdaftar sebagai donatur tetap masjid dilingkungan kampung, karena beliau percaya dengan ilmu sedekah ini. Saya banyak belajar ilmu ini pada ibu.

4. Tawakal
Kata ibu apapun usaha yang kita jalani, harus selalu melibatkan diri dengan Gusti Alloh. Buktinya hanya dengan waserba dikampung ibu bisa menyekolahkan ke 8 anaknya, ini sangat mustahil tanpa berkah dan ridho Gusti Alloh.

Demikian beberapa pelajaran biz sederhana dari ibunda tercinta, dan saya cuma berpikir bahwa usaha apapun kalau kita geluti dengan hati dan istiqomah Insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang barokah dan luarbiasa.

Semoga Bermanfaat,

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Pansion 1

 On Rabu, 10 Desember 2008  


Assalamu'alaikum Wr Wb,

Saya akan pensiun by sistem paling lama pada umur 55 tahun, itu hal normal bagi seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Kecuali kalau jadi Hakim Agung yang katanya boleh pensiun sampai umur 70 tahun.
Pensiun sejahtera tentunya akan menjadi dambaan setiap orang, sayangnya dalam realitasnya hanya sebagian kecil yang mencapai kondisi ini. Sisanya ? Kebanyakan orang terpaksa harus bekerja banting tulang sampai tua dan hidup tergantung pada keluarga.
Mengapa hal ini bisa terjadi ? karena sepanjang hidupnya orang cenderung melakukan kesalahan-kesalahan financial. Banyak yang menganggap kesalahan ini tidak penting sehingga menutup matanya dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus menerus, akibatnya akan fatal bagi keuangannya di masa tua.
Bagi saya faktor keuangan adalah diri pribadi yang bertanggung jawab, bukan keluarga, bukan perusahaan, apalagi orang lain. Jangan serahkan tanggung jawab keuangan pada orang lain.....
Beberapa hal yang kesalahan keuangan yang sering dilakukan orang ( dikutip dari : David Ciang ) sbb :

1. Tidak menentukan tujuan keuangan.

Bila tidak menentukan tujuan bagaimana kita akan sampai pada tujuan ? Kita harus menetapkan berapa jumlah uang yang akan diinginkan, setelah itu baru kita membuat rencana keuangan.
Kalau menurut RTK ( Robert T Kiyosaki ), kita boleh pensiun ( pensiun dini atau pensiun wajar ) apabila Passive Income > 3 x Pengeluaran , artinya bila passive income sudah minimal mencapai 3x lipat dari pengeluaran bulanan, kita boleh memilih mau tetap kerja atau pensiun dini.
Misal : Pengeluaran sebulan adalah Rp 10 juta, maka apabila PI ( Passive Income ) mencapai Rp 30 Juta/bln, maka kita boleh memilih tetap aktive bekerja atau pensiun. Karena secara logika kita masih bisa punya saving Rp 20 juta/bln yang bisa dipergunakan untuk investasi/diputar lagi pada biz riil dll, diluar kebutuhan sehari-hari.

Saya sendiri sudah mulai mencanangkan teori RTK ini secara bertahap sbb :
a. Desember 2009 : Passive dan Active Income > 2x expenses ( Pengeluaran )
b. Desember 2010 : Passive dan Active Income > 3x expenses ( Pengeluaran )
c. Desember 2011 : Passive dan Active Income > 4x expenses ( Pengeluaran )
d. Desember 2012 : Passive Income > 3x Expenses ( Pengeluaran )

Itu adalah dream/impian saya, tujuan jelas, waktunya jelas dan nominalnya jelas...mohon doanya mudah-mudahan Alloh SWT mempermudah jalannya.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil

Kita mungkin tahu pengeluaran umum kita sendiri, tetapi apakah kita menyadari berapa total uang yang dikeluarkan untuk hal-hal kecil ? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan berniali besar.
Untuk mempraktekan hal ini saya sendiri dan istri sejak beberapa lama mencoba membuat catatan pengeluaran tiap hari, dan membuat laporan keuangan sederhana tiap bulannya. laporan keuangan ini sangat penting sebagai parameter bahwa secara financial saya dan keluarga dalam koridor rencana keuangan yang sudah ditetapkan.

3. Terlalu banyak hutang

Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus dibayar. Bunga hutang ini tidak sedikit apalagi kartu kredit, dan secara terus menerus akan mengikis keuangan kita. Apabila kita ingin sehat secara financial, kita harus membayar semua hutang secepatnya.
Kita boleh berhutang untuk hal-hal yang produktif, demikian juga dengan penggunaan kartu kredit juga harus untuk hal-hal yang produktif.
Saya sendiri mencoba disiplin untuk hutang dari kartu kredit dengan cara membayar lunas semua tagihan sebelum jatuh tempo, dan jangan sekali-kali menunggak atau telat bayar, karena hal ini akan mengurangi kredibilitas nama kita di bank ( system BI Checking ).

4. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai.

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kita memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu ditabung tiap bulannya.

5. Menggunakan tabungan hari tua sebelum waktunya.

Ingat, apapun yang terjadi jangan pernah menggunakan uang pensiun anda. Kalau tidak akan fatal akibatnya, bisa-bisa kita pensiun sama sekali.
Untuk hal ini saya coba praktekan untuk selalu menambah jumlah dana pensiun secara bertahap hingga mencapai 30% dari gaji, memang sulit tetapi perlu disiplin dan komitmen untuk selalu melaksanakannya.
Selain itu saya juga beberapa waktu yang lalu sudah mencoba membuat yang namanya dead account semacam tabungan khusus yang tiap bulan diisi, tetapi tidak pernah diambil bagaimanapun situasinya. Rencana saya bila sudah mencukupi dalam jumlah tertentu akan dibelikan emas batangan.

Demikian sharing tentang perencanaan keuangan pensiun, semua hal diatas hanya akan jadi teori belaka kalau kita tidak yakin dan tidak mulai mempraktekkannya. Tentunya masih banyak kekurangannya artikel diatas, mohon masukannya dari para pembaca sekalian.
Artikel diatas dikutip dari David Ciang ( www.keuanganpribadi.com ).

Semoga bermanfaat


Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Back to top
JASA TOKO ONLINE di Facebook

×